Diary of my life | 1

Sedikit curhatan kecil yang nggak terlalu penting sebenarnya.

Jadi dulu aku masih tinggal di rumah nenekku beserta keluarga, di gajahmungkur, Semarang. Tidak terlalu ingat sih aku di mana letak pastinya.

Saat itu aku berumur sekitar 2 - 3, walau masih kecil jadwalku sangatlah padat. Aku di ikutkan playgrup, lalu setelah selesai kira kira jam 9 aku lanjut menuju Ungaran tempat nenek dari ibuku berada. Paling hanya makan disana, aku langsung menuju tempat les bahasa inggris di dekat alun alun, aku ingat tempat itu sekarang tutup dan menjadi rumah makan londo jowo. Dilanjut les membaca dan menulis baru setelah itu aku dapat bermain.

Cukup padat memang, tapi aku cukup bersyukur hal itu dapat membantuku. Pasalnya aku mengalami peningkatan pesat dalam les bahasa inggris, dan akhirnya pada umurku yang masih muda aku sudah mendapatkan pelajaran tingkat SD.

Sebenarnya aku tidak masalah saat les di kelilingi anak yang lebih tua dari aku, apalagi saat sekolah. Tapi keadaan di sekolah berbeda. Ketika teman teman les menerima ku dengan baik, justru teman teman sekolah ku malah menjauhi aku karena perbedaan umur. Bisa di bilang aku paling muda.

Ada satu anak laki laki, yang menyuruh semuanya menjauhi. Jika di lihat lihat dialah yang paling tua diantara yang lain. Aku tidak berkata apa pun kepada ibu atau ayahku, tidak mau merepotkan menjadi alasanku.

Puncaknya mereka ingin merebut makan siangku tapi ketika tidak sengaja jatuh malah aku yang di salahkan, bahkan mereka nyaris memukulku.

Mungkin sudah terasa sakit kalau saja tidak ada orang berdiri di depanku. Awalnya kukira guru, ternyata salah satu temanku yang geram melihat kejadiannya.

Sinetron? Nah, it's not fake, terserah kalian mau bilang apa. Tapi sampai sini dulu, lanjut berikutnya yaa.

No comments:

Post a Comment